KESETIAAN CINTA LAYYAH RAHMAH

       Pernahkah kalian mendengar kisah layyah rahmah? Ya,ia adalah seorang Wanita yang terkenal akan kesetiaannya pada suaminya .
      
      Layyah ialah istri dari nabi ayyub As. kesetiaannya di uji ketika nabi ayyub As,yang semula memiliki harta yang melimpah tiba-tiba  di beri ujian oleh Allah SWT .
     
      Nabi ayyub As terkenal akan ketaatannya pada Allah SWT.saat hidupnya yang semula bergelimang harta baik dari segi materi maupun keturunan .ia memiliki tiga orang istri dan memiliki banyak keturunan hartanya pun sangat berlimpah.

    namun,  itu semua tak membuatnya kufur akan nikmat ,setiap hari ia selalu beribadah dan mengingat allah,sehinnga setan pun tak sanggup untuk menyesatkannnya .

      Berbagai cara telah dilakukan untuk menyesatkan nabi ayyub As hingga,setan pun akhirnya membujuk Allah untuk menimpakan musibah kepada hambanya yang shaleh itu,allah pun menyetujui permintaan syaitan untuk menguji nabi ayyub ,allah timpakan pada nabi ayyub kemalangan dengan mengambil kekayaan yang dimiliki oleh nabi ayyub As,namun hal itu tak menyurutkan imannya,setelah itu allah timpakan lagi musibah dengan kematian anak- anaknya karena keracunan,itupun tak membuat goyah imannya.
   
      Hingga ia di timpa penyakit kulit yang mengerikan ,seluruh tubuh nya di penuhi oleh ulat dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat ,saat itulah istri nya me minta cerai karena tak tahan  dengan  penyakit nabi ayyub ,namun ada seorang istrinya yang tidak meminta cerai  pada nabi  ayyub.bahkan nabi ayyub sendiri telah menyuruhnya untuk kembali pada keluarganya namun,ia tolak mentah mentah.ialah layyah, istri nabi ayyub

      Hari terus berlalu penyakit yang di derita nya tak kunjung  sembuh hingga pada akhirnya layyah lah yang harus bekerja agar ia Tetap bisa makan ,Ia bekerja menjadi pembuat roti di sebuah kedai namun itu tak berlangsung lama karena pemilik kedai tersebut mengetahui bahwa layyahadalah istri dari nabi Ayyub yang menderita penyakit mengerikan ,ia takut akan tertular sehingga layyah di berhenti kan.layyah merasa sangat sedih karena ia tak tahu  kemana  lagi untuk mencari pekerjaan karena semua orang tahu bahwa ia istri nabi ayyub yang penyakitan ,akhirnya ia mendapatkan ide untuk menjual saja gulungan rambutnya.

      Konon di katakan bahwa gulungan rambut tersebut sangat indah dan siapapun mngungunkannya ,ia tak punya pilihan ,meskipun ia tahu akan di marahi oleh suaminya nanti.Ia menjual gulungan rambut tersebut kepada pemilik  kedai roti tempat ia bekerja dulu dengan imbalan mendapatkan roti setiap hari .jadi setiap hari ia akan tetap pergi keluar rumah dengan alasan bekerja dan pulang nya membawa roti ,itu ia lakukan agar suaminya tidak curiga .namun setelah beberapa hari nabi ayyub merasa ada yang aneh pada diri istrinya,ia pun akhirnya menanyakan keganjalan yang dirasakan pada  layyahternyata jawaban layyah membuatnya marah .ya,layyah mengakui telah menjual gulungan rambut yang di berikan suaminya itu pada pemilik kedai roti tempat ia bekerja dulu ,karena Ia di pecat.nabi ayyub akhirnya bersumpah jika ia sudah sembuh ia akan memukul layyah seratus kali .
layyah hanya mampu diam tanpa membantah karena ini memang kesalahannya.setiap hari ia hanya mampu menahan penyesalan atas perbuatanya itu karena ternyata nabi ayyub hanya mendiaminya.

Saat keadaan nabi ayyub memburuk dimana seluruh tubuhnya telah di makan oleh ulat yang konon di ceritakan bahwa jika ada cahaya maka akan menembus pada tubuh nabi ayyub ,yang tersisa hanya lisan dan hatinya saja ,ini dikarenakan kedua organ tubuh ya tersebut selalu bezikir dan mengingat Allah di dalam hatinya .saat tak ada lagi daging yang menempel pada tubuh nabi ayyub  ulat-ulat tersebut akhirnya mati secara perlahan ,saat ulat - ulat tersebut ingin memakan lidah dan hatinya nabi ayyub pun berdoa pada Allah  atas apa yang Menimpanya. Allah SWT berfirman:

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى  رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ  
wa ayyuuba iz naadaa robbahuuu annii massaniyadh-dhurru wa anta ar-hamur-roohimiin

"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, (Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 83)

Lalu Allah pun mengabulkan doa nabi ayyub. Allah SWT berfirman:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ
fastajabnaa lahuu fa kasyafnaa maa bihii min dhurriw wa aatainaahu ahlahuu  wa mislahum ma'ahum rohmatam min 'indinaa wa zikroo lil-'aabidiin

"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: ayat 84)

#Allah SWT berfirman:

وَوَهَبْنَا لَهٗۤ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرٰى لِاُولِى الْا َلْبَابِ
wa wahabnaa lahuuu ahlahuu wa mislahum ma'ahum rohmatam minnaa wa zikroo li`ulil-albaab

"Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat."
(QS. Sad 38: Ayat 43)

       

    setelah sembuh dari penyakitnya itu nabi ayyub sangat bersyukur .namun,ia teringat akan sumpah yang telah diucapkannya pada layyah.jika ia sembuh akan memikuli istrinya itu dengan lidi ,sebenarnya ia tak bermaksud seperti itu tapi ia juga tak ingin melanggar apa yang telah diucapkannya lalu ia berdo'a kembali pada Allah ,dan Allah pun menurunkan wahyu sebagai petunjuk pada nnabi Ayyub .Allah SWT berfirman:

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِّهٖ وَلَا تَحْنَثْ ۗ  اِنَّا وَجَدْنٰهُ صَابِرًا   ۗ  نِعْمَ الْعَبْدُ   ۗ  اِنَّـهٗۤ اَوَّابٌ
wa khuz biyadika dhighsan fadhrib bihii wa laa tahnas, innaa wajadnaahu shoobiroo, ni'mal-'abd, innahuuu awwaab

"Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)."
(QS. Sad 38: Ayat 44)
 
  Nabi ayyub pun akhirnya .merasa senang karena ia tak melakukan kesalahan lagi ,ia tetap memukuli layyah ,namun dengan pukulan yang sangat lembut karena tak ingin menyakitinya dan tidak melanggar sumpah yang telah di ucapakannya .keduanya pun akhirnya hidup bahagia dengan penuh rahmat dari Allah SWT .

Itulah cinta yang sebenarnya ,cinta yang tak pernah memandang kesempurnaan pasangannya ,tetapi cinta yang dilandasi oleh kecintaan seorang hamba pada peciptanya, Allah SWT.wallahu'alam bishowab.

Comments

Popular posts from this blog

HIJRAH FISABILILLAH

Pengalaman wisuda yang paling berkesan